( Welcome to -Protect_Your_Mama Blog )

WELCOME TO NOBODYLOVINGME.BLOGSPOT.COM

Sabtu, 28 September 2013

TELEMATIKA



1. Sejarah & Pengertian Telematika
 
            Pada zaman dahulu dimana manusia belum mengenal tulisan, manusia menggunakan bahasa verbal untuk mengkomunikasikan suatu tujuan ataupun gagasan yang ada dalam pikiran mereka. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, penggunaan bahasa symbolic pun digunakan dengan cara pengukiran pada batu ataupun dinding-dinding gua. Hal ini dilakukan karena pemikiran dan upaya manusia pada zaman tersebut untuk mengabadikan suatu informasi ataupun suatu bentuk pemikiran yang mereka ketahui agar dapat dimengerti dan mungkin dapat berguna oleh manusia-manusia pada masa yang akan datang.

Telematika sendiri merupakan suatu kata yang diadopsi dari bahasa perancis yaitu “TELEMATIQUE” yang dapat diartikan sebagai pertemuan antara sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Adapun para praktisi yang menyatakan bahwa “Telematics” adalah singkatan dari “Telecommunication” dan “Informatics” sebagai salah satu bentuk perpaduan antara konsep computing dan communication.

2. Teori atau Konsep Telematika

            Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika berasal dari bahasa Perancis telematique yang merupakan perpaduan antara kata telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan dari suatu tempat ke tempat lain dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, televisi, telephone, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Pengertian Informatika dalam bahasa inggris adalah informatics yaitu mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

3. Perkembangan Telematika di Indonesia

            Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, yaitu sekitar tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi yang dimulai dari tahun 2000.

  • ·         Periode Rintisan
Sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga France yaitu mulai tahun 1970-an oleh Toffler dengan menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa pembelajaran dan penggunaan teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telephone, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Setahun sebelumnya di Amerika Serikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai menyebutnya sebagai internet.

Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu grup, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Jhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka. Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar Jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.
  • ·          Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini sekitar tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda pada saat itu setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.

Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
  • ·         Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat terkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui jaringan 3G. Teknologi computer demikian kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan pada cafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis. Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

4. Penerapan Telematika

            Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut seperti :       

  • E-Government
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya. Tim tersebut memiliki beberapa target, salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.

E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

  • ·         E-Commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

  • ·         E-Learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance learning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam grup, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

5. Analisis Perkembangan Telematika pada Seluler

Seluler adalah bentuk dari implementasi telematika. Pada tahun 70-an negara-negara eropa menerapkan teknologi seluler untuk berkomunikasi. Berbeda halnya dengan Indonesia yang mulai menerapkan teknologi seluler pada sekitar tahun 1984.

Tahun 1985-92 ponsel mulai beredar di Indonesia, namun dengan bentuk fisik yang besar sehingga tidak dapat dimasukkan kedalam saku. Berat rata-rata ponsel tersebut sekitar 430gram. Harga yang dipasarkan juga terbilang cukup mahal berkisar 10 juta rupiah per unit.

Di akhir 1993 PT TELKOM memulai poryek percontohan seluler digital Global System fro Mobile (GSM), dimulai di Pulau Batam dan Pulau Bintan. Di tahun 1994 PT SATELIT PALAPA INDONESIA (Satelindo) beroperasi sebagai operator pada GSM tersebut dengan mengawali kegiatan pertama kalinya di Jakarta dan sekitarnya.

Pada Tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan segera di lanjutkan ke provisnsi lain yaitu sumatera. Pada tahun 2000 layanan pesan singkat mulai diperkenalkan dan menjadi fenomena dikalangan pengguna ponsel karena dengan kepraktisannya dan efisiensi biaya yang terbilang cukup murah.

Melihat perkembangan yang cukup cepat dalam bidang teknologi komunikasi seperti diatas maka tidak diragukan lagi informasi sekecil apapun dapat diterima diberbagai tempat ataupun kalangan. Hal ini sangat mempengaruhi dalam berbagai sektor seperti sektor pendidikan, bisnis, dan berbagai hal lain.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar